“Labbaikallahumma labbaik,, Labbaika laa syarika laka labbaik,, Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika laka,” ucap seorang anak berseragam putih sambil melangkah pelan, mengikuti barisan teman-temannya yang tengah mengitari replika Ka’bah. Di bawah terik matahari pagi, langkah-langkah kecil itu bukan sekedar gerakan seremonial, melainkan bagian dari latihan spiritual. Dengan mata yang berbinar dan semangat menirukan tata cara ibadah haji, anak-anak itu belajar lebih dari sekedar latihan semata, melainkan mereka tengah menapaki makna ketaatan dan kebersamaan sejak dini.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (31/07) di Lapangan Sekolah Ash-Shonhaji, Jalan Terusan Pesantren No 92, Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung. Koordinator kegiatan manasik haji sekaligus salah satu pengajar di SMP IBS Ash-Shonhaji, Aldika Fauzan Adhima mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan para peserta memahami bagaimana tata cara melakukan Haji & Umroh.


Aldika juga menjelaskan bahwa kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama pendalaman teori dan sesi kedua praktek.
“Kegiatan Manasik Haji ini dilakukan dengan dua sesi, sesi pertama yakni sesi pendalaman teori terkait fiqih ibadah haji dan umrah, kemudian dilanjutkan ke sesi ke dua yaitu praktik manasik haji itu sendiri, dimulai dari tawaf, sai, melempar jumrah, wuquf di arafah, hingga mabit di muzdalifah dan mina,” jelasnya.
Para peserta pun terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan acara ini. Salah satu peserta dari siswa SMP IBS Ash-Shonhaji, Diaz Arrezky Syahputra mengaku senang bisa mengikuti kegiatan manasik haji ini.
“Aku senang sekali bisa ikut manasik haji ini. Aku jadi tahu urutannya dari mulai niat sampai melempar jumrah,” ujar Diaz dengan senyum lebar.


Semangat seperti yang ditunjukkan Diaz juga tampak dari peserta lainnya. Meski cuaca cukup terik, tidak sedikit dari mereka yang tetap serius mengikuti setiap tahapan ibadah. Beberapa guru bahkan terlihat mendampingi dan membimbing siswa-siswi yang kebingungan saat melakukan tahapan tertentu. Suasana penuh makna begitu terasa ketika para siswa melakukan wukuf di Arafah, sembari mendengarkan nasihat dari para guru.
“Alhamdulillah seluruh siswa SMP IBS Ash-Shonhaji sangat antusias mengikuti kegiatan manasik haji yang juga menjadi ko-kurikuler di SMP IBS Ash-Shonhaji ini. Siswa pun sudah memiliki gambaran secara umum bagaimana rangkaian ibadah haji dan umrah beserta ketentuan fiqihnya, dibuktikan dengan test yang dilakukan setelah mengikuti manasik dengan mengisi LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik),” ucap Aldika.



Tak hanya menjadi pembelajaran praktik ibadah, kegiatan manasik ini juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebersamaan. Dalam proses pelaksanaannya, para peserta diajarkan pula untuk saling tolong-menolong dan menjaga kekompakan selama perjalanan haji.
Aldika berharap kedepannya para siswa dan siswi mampu membawa semangat manasik haji ini ke dalam kehidupan sehari-hari mereka, bukan hanya dalam bentuk hafalan dan praktik ibadah, tetapi juga dalam sikap dan akhlak.
“Mudah-mudahan seluruh Siswa SMP IBS Ash-Shonhaji menjadi generasi yang unggul dalam ilmu dan amal. Dan semoga pemahamannya terkait haji dan umrah ini menjadi wasilah untuk kemudahan mereka menjadi dhuyufurrahman di hari kemudian. Aamiin,” tambah Aldika.


Kegiatan manasik haji di Sekolah Ash-Shonhaji pun tak hanya dirancang sebagai momen belajar semata, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta terhadap ajaran Islam dengan pendekatan yang menyenangkan. Melalui simulasi ini, para siswa tak lagi melihat ibadah haji sebagai sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan sebagai ibadah yang bisa mereka pahami secara bertahap dengan semangat belajar dan pengalaman langsung.
